BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mendorong industri perbankan Indonesia memasuki fase transformasi yang signifikan. Layanan keuangan kini tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, melainkan bergeser menuju model layanan yang terintegrasi erat dengan ekosistem digital dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, saat mengisi sesi “Business Talks”. Acara tersebut merupakan bagian dari gelaran Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada tanggal 23 Mei 2026.

Menurut Hery Gunardi, perkembangan teknologi telah secara fundamental mengubah lanskap industri perbankan secara menyeluruh. Perubahan tersebut terlihat jelas pada pola interaksi nasabah, model distribusi layanan, hingga intensitas persaingan yang kini semakin berpusat pada kapabilitas ekosistem digital.

Hery Gunardi menjelaskan bahwa evolusi model bisnis perbankan telah terjadi secara bertahap sepanjang sejarah industri. Beliau mengutip pandangan dari penulis dan pengamat industri perbankan ternama, Brett King, mengenai tahapan perkembangan bank.

Tahap awal dikenal sebagai era bank 1.0, di mana layanan perbankan masih sangat mengandalkan instrumen transaksi konvensional seperti cek dan giro. Kemudian, industri berevolusi menuju bank 2.0 dengan diperkenalkannya mesin ATM yang memungkinkan akses layanan selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

"Kemudian bank 3.0 itu adalah terkait juga dengan internet banking. Jadi nasabah mungkin tidak perlu lagi datang ke cabang bank misalnya, bagi nasabah korporasi, mereka bisa melakukan transaksi dari kantor dengan internet banking,” kata Hery Gunardi.

Selanjutnya, industri memasuki era bank 4.0 yang didefinisikan oleh akselerasi financial technology (fintech) dan proses digitalisasi yang masif. Era ini menandai pergeseran perilaku konsumen secara drastis dalam mengakses layanan keuangan.

“Nah yang keempat ini adalah financial technology, fintech dan juga digitalisasi. Nah digital ini memang sudah mengubah perilaku nasabah-nasabah yang ada di Indonesia terutama dan juga yang ada di luar negeri misalnya,” ujar Hery Gunardi.

Hery menambahkan bahwa percepatan transformasi digital di sektor perbankan semakin terasa dampaknya pasca pandemi Covid-19 melanda dunia. Kondisi darurat tersebut memaksa masyarakat untuk segera beradaptasi dan memanfaatkan layanan perbankan secara digital.