BISNIS.HOTNEWS.ID - Program bullion bank yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia pada Februari 2025 telah membuahkan hasil signifikan, dengan akumulasi emas nasional mencapai 153 ton. Angka ini mencerminkan keberhasilan strategi jangka panjang dalam memperkuat stabilitas dan ketahanan ekonomi negara.

Pengumpulan aset berharga ini merupakan hasil kolaborasi antara dua institusi BUMN terkemuka, yaitu PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Sinergi ini menunjukkan pentingnya kerjasama antarlembaga dalam mencapai tujuan ekonomi nasional.

Keberhasilan program ini diungkapkan secara langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan. Beliau menyoroti capaian masif ini sebagai indikator positif bagi perekonomian Indonesia.

"Pengumpulan emas ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah," jelas Ferry Irawan, menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar angka, melainkan bagian dari strategi besar.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya mencari instrumen yang efektif untuk menjaga nilai aset negara dan memberikan perlindungan ekonomi. Program bullion bank ini dirancang untuk diversifikasi portofolio aset negara.

Melalui program ini, pemerintah secara aktif mengumpulkan emas, yang secara historis dikenal sebagai aset aman (safe haven) di tengah gejolak ekonomi global. Akumulasi ini diharapkan dapat memberikan bantalan ekonomi yang kuat bagi Indonesia.

"Angka signifikan ini merupakan hasil dari akumulasi yang dihimpun oleh PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI)," ujar Ferry Irawan, menyoroti peran sentral kedua lembaga dalam pencapaian ini.

Keberhasilan pengumpulan 153 ton emas ini merupakan cerminan dari konsistensi pelaksanaan program dan kepercayaan publik terhadap instrumen investasi yang ditawarkan. Ini juga menunjukkan efektivitas koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan BUMN terkait.

Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh berkat akumulasi emas ini, Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan lebih percaya diri. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global.