BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, telah mengungkapkan alasan-alasan krusial di balik keputusan pengangkatan Nanik S. Deyang untuk menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap kapasitas dan pengalaman calon pemimpin.
Keputusan penting ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memastikan kesinambungan dan peningkatan kinerja di sektor gizi nasional. Proses penunjukan ini melibatkan pertimbangan matang mengenai rekam jejak kandidat yang akan memimpin institusi vital tersebut.
Secara spesifik, terdapat dua landasan utama yang mendorong penunjukan Nanik S. Deyang menduduki posisi puncak BGN. Kedua faktor ini dianggap sangat relevan untuk menghadapi tantangan program gizi di Indonesia saat ini.
Pertimbangan pertama yang diungkapkan adalah keyakinan bahwa Nanik telah menguasai secara menyeluruh seluruh spektrum kegiatan yang dilaksanakan oleh BGN. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan posisi yang pernah diembannya sebelumnya.
Sebelum menerima mandat sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang menjabat sebagai Wakil Kepala di badan yang sama. Pengalaman ini memberikan bekal pengetahuan yang signifikan mengenai dinamika internal lembaga.
"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," ungkap Prasetyo Hadi kepada awak media.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mensesneg saat dijumpai oleh para wartawan di kawasan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, tanggal 4 Juni 2026. Lokasi ini menegaskan bahwa pengumuman tersebut berasal dari lingkaran pemerintahan tertinggi.
Selain pemahaman operasional, faktor kedua yang mendukung penunjukan ini adalah kedisiplinan Nanik dalam mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan menjadi indikator penting bagi seorang pemimpin baru.
Disiplin terhadap SOP memastikan bahwa setiap program dan kebijakan yang dijalankan BGN akan dilaksanakan secara konsisten dan sesuai dengan kerangka kerja yang telah ditetapkan. Hal ini menjamin akuntabilitas publik.