BISNIS.HOTNEWS.ID - Menjelang akhir tahun 2026, para pengunjung pusat perbelanjaan (mal) perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga berbagai barang. Prediksi ini datang dari kalangan pengelola mal yang melihat tren kenaikan ini akan mulai terasa pada kuartal IV tahun mendatang.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjadi narasumber utama yang menguraikan faktor-faktor di balik perkiraan kenaikan harga tersebut. Ia mengidentifikasi beberapa elemen krusial yang berkontribusi terhadap dinamika harga ini.
"Harga barang-barang di pusat perbelanjaan (mal) diprediksi naik menjelang akhir tahun atau kuartal IV-2026. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, kenaikan harga barang ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti gejolak kurs, biaya logistik, hingga biaya energi," demikian kutipan dari sumber berita.
Menurut Alphonzus, para peritel saat ini sedang dalam proses mempersiapkan stok barang baru untuk menghadapi paruh kedua tahun 2026. Persiapan ini menjadi salah satu kunci utama mengapa harga diperkirakan akan mengalami penyesuaian.
Ia menjelaskan bahwa barang-barang yang akan dijual pada sisa akhir tahun nanti diproduksi dengan ongkos yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku yang sudah terjadi sebelumnya.
"Sekarang ini di triwulan II, triwulan III, relatif harga masih naik harga tapi belum signifikan. Karena itu adalah barang-barang produk hasil stok yang lama. Tapi nanti di triwulan IV hampir pasti harga akan naik. Jadi saya kira itu yang harus diantisipasi," jelas Alphonzus Widjaja.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Alphonzus saat ditemui di pusat perbelanjaan Trans Studio Mal Cibubur, Jawa Barat. Lokasi ini menjadi saksi bisu dari diskusi penting mengenai prospek harga barang di masa mendatang.
Perkiraan kenaikan harga ini menjadi informasi penting bagi konsumen yang berencana berbelanja di mal pada akhir tahun 2026. Dengan memahami faktor-faktor penyebabnya, masyarakat dapat melakukan perencanaan keuangan yang lebih matang.
Dikutip dari sumber berita, prediksi ini menekankan pentingnya kesadaran akan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Gejolak kurs, biaya logistik, dan harga energi merupakan indikator ekonomi makro yang selalu menjadi perhatian pelaku usaha.