BISNIS.HOTNEWS.ID - Program bantuan pangan berupa beras dengan alokasi 10 kilogram per keluarga penerima manfaat dipastikan akan berlanjut. Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

Bantuan pangan beras ini direncanakan akan terus disalurkan selama tiga bulan ke depan, dimulai dari bulan Juli ini. Skema penyaluran bantuan ini menjadi perhatian publik terkait kelanjutannya.

"Program bantuan pangan beras akan kembali berlanjut," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Pernyataan ini menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kesiapan Bulog untuk melanjutkan program bantuan pangan ini didukung oleh ketersediaan stok beras yang memadai. Rizal Ramdhani memastikan bahwa stok beras yang dimiliki Bulog saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan tersebut.

"Pasalnya, stok beras Bulog saat ini masih cukup untuk bantuan program tersebut," jelas Ahmad Rizal Ramdhani, merujuk pada kondisi stok beras yang ada. Ketersediaan stok yang baik menjadi fondasi utama kelancaran program bantuan pangan ini.

Meskipun stok beras dipastikan aman, proses penyaluran bantuan pangan ini masih menunggu arahan resmi. Bulog belum menerima penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait pelaksanaan program bantuan tersebut.

Penundaan penugasan ini disebabkan oleh adanya proses administratif yang sedang berjalan. Badan Pangan Nasional masih menunggu terbitnya anggaran belanja tambahan (ABT) yang menjadi persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Proses penerbitan anggaran belanja tambahan dari Kementerian Keuangan ini menjadi krusial sebelum Bapanas dapat menerbitkan penugasan kepada Bulog. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi antarlembaga pemerintah dalam memastikan kelancaran program bantuan sosial.

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, program bantuan pangan beras ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang fluktuatif.