BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan di bursa saham Asia pada Jumat, 17 Juli 2026, ditutup dengan mayoritas indeks berada di zona pelemahan. Tren pelemahan ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen investor di pasar regional.

Jepang menjadi salah satu pasar yang paling merasakan dampak negatif. Indeks Nikkei 225 tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan hari itu.

Penurunan tajam tersebut dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang difokuskan pada saham-saham di sektor teknologi. Perusahaan semikonduktor menjadi sasaran utama dari aksi jual ini.

Dampak dari aksi jual saham teknologi ini sangat terasa pada Indeks Nikkei 225. Indeks tersebut dilaporkan anjlok sebesar 6,11%.

Penurunan 6,11% tersebut setara dengan hilangnya 4.081,77 poin dari nilai indeks sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang kuat.

Akibatnya, Indeks Nikkei 225 harus mendarat di level 62.753,77 pada penutupan perdagangan Jumat tersebut. Level ini mencerminkan koreksi yang cukup dalam.

"Perdagangan bursa saham Asia pada Jumat, 17 Juli 2026, ditutup mayoritas dalam zona pelemahan," demikian dilaporkan TREN.BISNISMARKET.COM.

"Jepang menjadi negara yang paling terdampak, dengan indeks Nikkei 225 mengalami penurunan signifikan," lanjut sumber tersebut.

"Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang menyasar saham-saham di sektor teknologi, khususnya perusahaan semikonduktor," tambahnya.