BISNIS.HOTNEWS.ID - Bursa saham Korea Selatan, yang dikenal sebagai Korea Exchange (KRX), mengalami aksi jual yang tajam pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026. Indeks acuan KOSPI mencatat penurunan signifikan yang membuat para investor terkejut.

Penurunan drastis ini mencapai lebih dari 8% dalam sesi perdagangan intraday. Kondisi ini menciptakan kekhawatiran serius di pasar keuangan.

Menyikapi anjloknya indeks, operator bursa KRX mengambil tindakan tegas. Mereka mengaktifkan mekanisme penghentian sementara perdagangan, yang lazim disebut circuit breaker.

Penghentian aktivitas perdagangan saham KOSPI diberlakukan selama 20 menit. Hal ini terjadi sekitar pukul 13.28 waktu setempat, memberikan jeda bagi pasar untuk meredam kepanikan.

Pemicu utama di balik aksi jual masif ini adalah meningkatnya kekhawatiran geopolitik. Ketegangan yang memanas di kawasan tersebut memicu ketidakpastian di kalangan investor.

"Indeks acuan KOSPI mencatat penurunan drastis lebih dari 8% dalam perdagangan intraday," demikian diinformasikan oleh sumber berita.

Fenomena penurunan tajam ini akhirnya memicu penghentian sementara perdagangan atau yang dikenal sebagai circuit breaker. Operator bursa KRX menghentikan seluruh aktivitas perdagangan saham KOSPI selama 20 menit pada sekitar pukul 13.28 waktu setempat.

Kekhawatiran geopolitik yang mendalam menjadi alasan utama di balik anjloknya bursa saham Korea Selatan. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk menarik dana mereka dari pasar.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, pergerakan pasar yang ekstrem ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar saham terhadap isu-isu global.