BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Momen ini merupakan bagian krusial dari proses penilaian kredit negara atau Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi ekonomi dan prospek investasi Indonesia kepada S&P. Penilaian kredit ini sangat vital karena memengaruhi persepsi investor global terhadap stabilitas dan risiko investasi di Tanah Air.

Pihak Danantara diwakili langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) mereka, Rosan Roeslani, yang memegang peran sentral dalam menyajikan data dan strategi investasi terbaru. Kehadiran Danantara menegaskan peran strategis mereka dalam mengelola aset investasi negara.

Dalam sesi dialog tersebut, Rosan Roeslani secara spesifik memaparkan perkembangan terkini mengenai investasi yang masuk ke dalam negeri. Hal ini mencakup dinamika investasi domestik serta realisasi dari penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI).

Selain fokus pada aliran dana masuk, CEO Danantara juga memberikan penjelasan mendalam mengenai tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan Danantara. Transformasi dan penguatan BUMN menjadi salah satu sorotan utama dalam presentasi tersebut.

Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi ajang untuk menunjukkan kemajuan substantif yang telah dicapai dalam kerangka kerja investasi dan reformasi badan usaha. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses penilaian kredit internasional.

"Kami menyampaikan perkembangan investasi domestik dan FDI, serta peran Danantara dalam memperkuat transformasi BUMN dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Rosan dikutip dari unggahan Instagram resminya @rosanroeslani, Kamis (4/6/2026).

Informasi mengenai pertemuan strategis ini disampaikan langsung oleh Rosan melalui akun media sosial pribadinya, memberikan transparansi mengenai upaya pemerintah dalam menjaga citra kredit negara di mata dunia. Pertemuan tersebut diketahui berlangsung pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Dikutip dari unggahan Instagram resminya @rosanroeslani, Rosan menegaskan bahwa pemaparan ini merupakan upaya berkelanjutan Danantara untuk mendukung posisi kredit Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memengaruhi hasil Sovereign Credit Rating secara positif.