BISNIS.HOTNEWS.ID - Bank Indonesia (BI) baru-baru ini merilis hasil survei perilaku konsumen yang menangkap dinamika persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi sepanjang bulan Mei 2026. Hasil survei ini mengindikasikan adanya sedikit penurunan pada optimisme dan ekspektasi konsumen secara umum.

Pelemahan persepsi tersebut terlihat jelas pada tiga indikator utama yang menjadi sorotan survei tersebut. Ketiga aspek yang mengalami koreksi tersebut meliputi pandangan mengenai tingkat penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, serta rencana pembelian barang-barang tahan lama.

Secara kuantitatif, pelemahan ini tercermin pada pergerakan Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) pada periode Mei 2026. IKE tercatat berada di level 112,2, yang secara nominal masih menunjukkan posisi yang kuat karena berada di atas ambang batas 100.

Namun, angka tersebut merupakan sebuah penurunan jika dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya, yakni April 2026. Realisasi IKE pada bulan April tercatat lebih tinggi, yaitu berada di posisi 116,5.

Meskipun terjadi koreksi minor, Bank Indonesia menegaskan bahwa secara keseluruhan kondisi ekonomi saat ini masih berada dalam posisi yang kuat dan stabil. Stabilitas ini ditopang oleh beberapa komponen indeks pendukung yang masih menunjukkan optimisme.

Dikutip dari data BI, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tercatat mencapai angka 123,2, menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat masih terjaga dengan baik. Angka ini menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga optimisme ekonomi konsumen.

Selain itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) juga menunjukkan perkembangan positif, meskipun sedikit melambat, dengan berada di level 105,0. Hal ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat terhadap peluang kerja masih relatif baik.

Sementara itu, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau Durable Goods (IPDG) tercatat pada posisi 108,3. Penurunan pada indeks belanja barang lama ini mengindikasikan adanya kehati-hatian konsumen dalam melakukan pembelian signifikan.

"Persepsi konsumen terhadap ekonomi sepanjang Mei 2026 menurun," demikian disampaikan oleh Bank Indonesia dalam publikasi hasil surveinya.