BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan signifikan terjadi di jajaran manajemen PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) seiring dengan adanya aksi divestasi saham oleh salah satu direkturnya. Aksi jual ini dilakukan oleh Noel Aelyo Laras Kusuma Negara yang merupakan salah satu pentolan di emiten manufaktur komponen otomotif dan sepeda motor tersebut.

Aksi divestasi ini terjadi pada rentang waktu 18 dan 19 Mei 2026, di mana Noel Aelyo Laras Kusuma Negara melepas total 2.100.000 lembar saham atau setara dengan 0,04% dari total kepemilikannya di DRMA melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Informasi mengenai penjualan saham ini disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat, 5 Juni 2026. Dokumen tersebut menjadi landasan bagi publik untuk memahami pergerakan kepemilikan saham oleh para pejabat perusahaan.

Tujuan utama dari penjualan saham DRMA oleh Noel Aelyo Laras Kusuma Negara disampaikan secara eksplisit dalam keterbukaan informasi tersebut. Pihak direktur mengambil langkah ini demi merealisasikan keuntungan yang telah diperoleh dari investasi sahamnya selama ini.

Dengan kisaran harga jual saham DRMA antara Rp850 hingga Rp1.000 per lembar, Noel Aelyo Laras Kusuma Negara berhasil mengantongi keuntungan finansial yang cukup substansial. Total keuntungan yang berhasil direalisasikan dari transaksi ini diperkirakan mencapai angka Rp1,8 miliar.

Setelah transaksi divestasi tersebut selesai dilakukan, komposisi kepemilikan saham Noel Aelyo Laras Kusuma Negara di DRMA mengalami sedikit perubahan. Kepemilikannya kini berkurang menjadi 70.555.700 unit saham, yang merepresentasikan sekitar 1,50% dari keseluruhan saham perusahaan.

Sebelumnya, porsi kepemilikan Noel Aelyo Laras Kusuma Negara tercatat sebesar 72.655.700 unit saham, atau setara dengan 1,54% dari total saham yang beredar di pasar modal Indonesia. Penurunan ini menunjukkan adanya penyesuaian portofolio investasi oleh manajemen perusahaan.

Dilansir dari STOCKWATCH.ID, pada penutupan perdagangan hari Kamis, 4 Juni 2026, saham DRMA menunjukkan kondisi yang stagnan di level harga Rp980 per unit. Kinerja harga saham ini menjadi konteks pasar saat divestasi dilakukan oleh direktur tersebut.

Apabila dilihat dalam perspektif mingguan, saham DRMA tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,51% selama periode sepekan terakhir. Namun, jika dibandingkan dengan harga penutupan pada 4 April 2026, saham emiten komponen otomotif ini justru menunjukkan tren penurunan sebesar 2,97%.