BISNIS.HOTNEWS.ID - Pekan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlangsung dari tanggal 02 hingga 05 Juni 2026 ditutup dengan catatan penurunan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penurunan ini terlihat jelas dari pergerakan indeks yang terkoreksi dari level penutupan pekan sebelumnya di 6.195,427 menuju level 5.594,765 pada akhir pekan perdagangan.
Kondisi pelemahan IHSG ini juga berdampak langsung pada total nilai pasar di bursa saham nasional. Kapitalisasi pasar bursa pada penutupan hari Jumat, 05 Juni 2026, tercatat sebesar Rp9.828.469 triliun. Angka ini menunjukkan kontraksi bila dibandingkan dengan posisi pada hari Selasa, 02 Juni 2026, yang sempat berada di level Rp10.918.653 triliun.
Sejalan dengan tren penurunan IHSG, terdapat lima saham emiten yang mengalami tekanan jual terkuat, sehingga menempatkan mereka dalam daftar top losers sepanjang periode tersebut. Lima saham yang dimaksud adalah PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Asia Pramuliah Tbk (ASPR), PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS), PT Grha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), dan PT Bakrie & Brotners Tbk (BNBR).
Menurut data yang dihimpun dari RTI Business, saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menjadi yang paling tertekan selama sepekan. Harga saham MDIA dilaporkan anjlok sebesar Rp42, atau mengalami pelemahan persentase hingga 38,18%, sehingga ditutup pada level Rp68 per unit saham.
Perdagangan saham MDIA diwarnai oleh volume transaksi yang mencapai 871,3 juta unit saham, dengan total nilai transaksi tercatat sebesar Rp73 miliar. Frekuensi transaksi untuk saham emiten ini terhitung sebanyak 36.774 kali selama periode observasi.
Menempati posisi runner-up dalam daftar pelemahan harga adalah saham PT Asia Pramuliah Tbk (ASPR). Saham ASPR mengalami pelemahan sebesar Rp89 atau ambles sekitar 36,18%, yang membuat harga penutupannya berada di Rp157 per saham.
Volume transaksi ASPR cukup masif, mencapai 1,8 miliar unit saham dengan total nilai mencapai Rp325,8 miliar, di mana frekuensi perdagangannya tercatat mencapai 160.243 kali. Menariknya, data menunjukkan adanya Net Foreign Sell (NFS) pada saham ASPR sebesar Rp8,9 miliar.
Selanjutnya, saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) berada di urutan ketiga dengan penurunan harga Rp22, atau tergerus sebesar 29,33% menjadi Rp53 per saham. Volume perdagangan RBMS mencapai 740 juta unit dengan nilai transaksi Rp53,6 miliar, melalui 43.699 kali transaksi.
Saham PT Grha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) menduduki peringkat keempat dalam daftar top losers pekan ini. Harga JGLE melemah Rp17 atau terpangkas 24,29% sehingga berada di level Rp53 per unit.