BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Jumat, 05 Juni 2026, menunjukkan pelemahan signifikan meskipun sempat dibuka menguat di level 5.846,491. Koreksi tajam ini membawa indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) terperosok jauh ke zona merah.

IHSG akhirnya ditutup pada level 5.594,765 pada akhir pekan tersebut, mencatatkan penurunan sebesar 245,019 poin atau setara dengan pelemahan 4,20% dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Kamis (04/6/2026) di 5.839,785.

Penurunan masif ini terjadi setelah IHSG sempat mencapai level tertinggi harian di 5.860,671, namun kemudian anjlok dan mencetak titik terendah di 5.594,111 sepanjang sesi perdagangan hari Jumat.

Kondisi pasar saham pada hari itu sangat didominasi oleh sentimen negatif, terbukti dengan mayoritas saham yang mengalami koreksi harga. Sebanyak 626 emiten tercatat mengakhiri perdagangan dengan harga melemah.

Hanya sebagian kecil emiten yang berhasil bertahan, di mana 108 saham ditutup menguat, sementara 81 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga pada penutupan hari itu.

Dampak pelemahan ini meluas ke seluruh lini, dengan 11 indeks sektor secara kolektif ditutup turun antara 1,91% hingga 5,97%. Sektor IDXTRNAK mencatat penurunan terbesar sebesar 5,77%, diikuti oleh IDXENERGY yang terpangkas 5,73%.

Selain itu, sektor IDXINDUST juga tergerus signifikan sebesar 5,72%, sementara IDXINFRA mencatat penurunan 5,30%. Hal ini menunjukkan luasnya tekanan jual yang terjadi di berbagai lini industri utama.

Sejumlah saham unggulan turut terseret dalam aksi jual tersebut, seperti BBCA yang melemah 6,45% ke Rp5.075 per saham, dan TLKM yang turun 4,83% menjadi Rp2.760. Saham BREN juga mengalami koreksi tajam sebesar 10,25% ke harga Rp3.590.

Di antara emiten besar lainnya yang terpantau melemah adalah BMRI turun 3,27% menjadi Rp3.840, BBRI turun 2,49% ke Rp2.740, dan AMMN terkoreksi 6% menjadi Rp3.290 per unit.