BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia dilaporkan tengah menyiapkan sebuah kebijakan fiskal strategis yang berpotensi besar untuk mendongkrak daya tarik investasi asing di sektor jasa keuangan. Kebijakan ini berupa pemberian insentif pajak dengan tarif nol persen selama lima dekade penuh.

Fasilitas istimewa ini akan diperuntukkan bagi para pelaku usaha yang beroperasi di dalam kawasan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Langkah ini diharapkan dapat menjadi magnet kuat bagi para investor global untuk menanamkan modalnya di tanah air.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, secara resmi telah membenarkan adanya rencana pemberian insentif pajak tersebut. Konfirmasi ini menambah bobot pada spekulasi yang beredar mengenai strategi pemerintah dalam memajukan sektor keuangan nasional.

Pertanyaan mengenai kebenaran mengenai insentif pajak 0% untuk kegiatan usaha di PFII dijawab langsung oleh Bimo Wijayanto. Beliau mengindikasikan bahwa informasi resmi lebih lanjut akan segera disampaikan oleh pemerintah.

"Iya, nanti nunggu rilis resmi," jawab Bimo singkat ketika dimintai keterangan oleh awak media. Beliau ditemui di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 20 Juli 2026.

Langkah pemberian insentif pajak selama 50 tahun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif dan kompetitif di tingkat internasional. PFII diposisikan sebagai pusat aktivitas keuangan yang strategis.

Pemberian insentif pajak yang begitu lama ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menarik investasi jangka panjang. Diharapkan hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Pemerintah mengimbau agar masyarakat dan pelaku usaha bersabar menunggu pengumuman resminya. Rilis resmi akan memberikan detail lengkap mengenai skema insentif dan persyaratan yang berlaku untuk PFII.

Dikutip dari sumber berita yang meliput, pernyataan Bimo Wijayanto ini menegaskan bahwa rencana tersebut bukan sekadar rumor, melainkan sebuah kebijakan yang sedang dalam tahap finalisasi.