BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) menunjukkan pergerakan yang cenderung waspada pada Kamis malam waktu setempat, yakni pada tanggal 5 Juni 2026. Para pelaku pasar memilih mengambil posisi tunggu seraya mengantisipasi pengumuman data ketenagakerjaan terbaru untuk periode bulan Mei.

Indeks berjangka S&P 500 tercatat mengalami sedikit kemunduran sebesar 0,2% dalam perdagangan pra-pembukaan pasar. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 futures menunjukkan pelemahan yang lebih signifikan, yakni merosot 0,4%, berbeda dengan Dow Jones Industrial Average futures yang relatif stabil.

Sentimen negatif yang cukup kuat datang dari saham Lululemon Athletica, di mana harga saham perusahaan pakaian olahraga tersebut anjlok hingga 10% pasca penutupan perdagangan reguler. Penurunan tajam ini dipicu oleh keputusan Lululemon untuk memangkas target laba dan pendapatan setahun penuh karena menghadapi sejumlah kendala operasional.

Proyeksi kinerja perusahaan untuk kuartal mendatang juga disampaikan berada di bawah ekspektasi yang sebelumnya telah diprediksi oleh para analis pasar. Hal ini menambah tekanan pada sektor ritel tertentu di tengah ketidakpastian ekonomi makro.

Sebagai perbandingan, pada sesi perdagangan reguler sebelumnya, indeks Dow Jones sempat mencatat lonjakan signifikan sebesar 874,86 poin atau naik 1,73%, menutup di rekor tertinggi baru. S&P 500 juga berhasil menguat 0,41%, namun Nasdaq Composite justru sedikit terkoreksi 0,09% karena adanya pergeseran dana investor keluar dari saham-saham teknologi.

Charles Kantor, Senior Portfolio Manager di Neuberger Wealth, memberikan pandangannya mengenai dinamika pasar yang terjadi saat ini. Ia mengamati adanya perluasan pasar yang tidak lagi hanya bergantung pada tujuh perusahaan teknologi raksasa atau yang dikenal sebagai Magnificent Seven.

"Banyak dari kita lebih suka pasar yang meluas. Menurut saya ini bukan lagi perluasan dari Mag Seven. Ini benar-benar perluasan dari peralatan dan perangkat keras semi-cap," ujar Charles dalam acara Closing Bell: Overtime di CNBC, Kamis sore.

Charles Kantor juga menekankan bahwa tren perluasan pasar ini mulai terlihat dampaknya di lapangan. "Anda melihat sedikit hal itu hari ini. Namun, permintaan untuk pembangunan komputasi dan pusat data dari sekarang hingga 2030 adalah kekuatan yang besar," lanjut Charles.

Fokus utama investor kini beralih sepenuhnya pada rilis data pekerjaan non-pertanian (nonfarm payrolls) AS untuk bulan Mei, yang dijadwalkan pada Jumat pagi pukul 08.30 waktu setempat. Dilansir dari Dow Jones, para ekonom memproyeksikan penambahan lapangan kerja sebanyak 80.000, lebih rendah dibandingkan rata-rata 150.000 pada dua bulan sebelumnya.