BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Keuangan angkat bicara mengenai temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) terkait dugaan penggelembungan anggaran dalam pengadaan mobil pikap untuk program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan respons terkait isu yang mencuat tersebut. Ia menekankan pentingnya proses audit dalam setiap pencairan anggaran negara.
Purbaya menjelaskan bahwa proses pencairan dana untuk pengadaan mobil pikap tersebut akan melalui tahapan audit yang ketat. Kementerian Keuangan tidak akan mencairkan anggaran sebelum hasil audit dinyatakan lolos.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya kepada awak media saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Selasa, 14 Juli 2026.
"Itu kan nanti diaudit," tegas Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi adanya temuan ICW.
"Saya terima – saya bayar yang diaudit saja," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran.
Dikutip dari [Nama Media Sumber Asli], temuan ICW ini mengindikasikan adanya potensi kerugian negara jika dugaan mark-up tersebut tidak segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang mendalam.
Program Kopdes/Kel Merah Putih sendiri bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui unit koperasi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
Pengadaan kendaraan operasional seperti mobil pikap merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung kelancaran aktivitas dan distribusi barang oleh koperasi.