BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara mengenai isu yang beredar mengenai pengambilan lahan warga Papua secara tidak wajar dengan harga kurang dari Rp 100 ribu per hektare. Beliau menegaskan bahwa informasi tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Penegasan ini disampaikan oleh Mentan Amran pada hari Sabtu (18/7) saat menghadiri sebuah acara bertema 'Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak' yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 2.000 kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Pernyataan Mentan Amran muncul sebagai respons langsung terhadap pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang peserta dialog. Peserta tersebut adalah Muhammad Tamim Setiaji, yang merupakan delegasi IPM dari Kota Tangerang Selatan, Banten.
Dialog tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sekaligus Rapat Kerja Nasional IPM.
Dalam sesi tanya jawab, Tamim mengangkat isu mengenai beredarnya informasi bahwa lahan di Papua disebut-sebut diambil secara tidak wajar dengan harga yang sangat rendah, yaitu kurang dari Rp 100 ribu per hektare. Ia meminta penjelasan dari Mentan agar generasi muda dapat melihat persoalan ini secara rasional di tengah derasnya informasi yang beredar.
Menanggapi hal tersebut, Andi Amran Sulaiman dengan tegas menyatakan, "Informasi tersebut merupakan fitnah yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan."
"Informasi tersebut merupakan fitnah yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Dikutip dari artikel asli, Mentan Amran memberikan klarifikasi langsung di hadapan para kader IPM mengenai isu lahan Papua.