BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Keuangan melalui Menteri Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah cepat merespons adanya penumpukan signifikan kontainer di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan mengenai potensi gangguan serius terhadap rantai pasok bahan baku industri nasional.

Permasalahan ini menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada operasional sejumlah pelaku usaha yang mengandalkan impor barang melalui pelabuhan tersibuk di Indonesia tersebut. Terdapat sekitar 3.100 unit kontainer yang dilaporkan tertahan dalam proses kepabeanan dan administrasi di area pelabuhan.

Sebagai tindak lanjut konkret, Menteri Purbaya didampingi langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, untuk melakukan pemeriksaan di lapangan. Mereka secara spesifik mengunjungi PT Graha, perusahaan yang bertanggung jawab menyediakan fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT).

Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi langsung kondisi di lapangan dan memahami akar permasalahan yang menyebabkan penumpukan logistik tersebut. Pemeriksaan ini sangat krusial untuk memastikan kelancaran arus barang di salah satu gerbang utama logistik nasional.

Data menunjukkan bahwa penumpukan ini tidak hanya melibatkan volume kontainer yang besar, tetapi juga berdampak pada dokumen administrasi yang harus diselesaikan. Tercatat ada sekitar 3.000 dokumen yang berkaitan erat dengan 3.100 kontainer yang masih tertahan tersebut.

Keluhan dari sektor industri telah mencapai Kementerian Keuangan, di mana para pengusaha menyatakan bahwa keterlambatan ini mulai mengganggu stabilitas suplai bahan baku yang mereka butuhkan. Hal ini berpotensi meningkatkan waktu tunggu atau dwelling time kontainer secara keseluruhan.

Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan urgensi penanganan masalah ini saat memberikan keterangan pers di Jakarta Utara pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Ia menekankan perlunya solusi cepat agar aktivitas industri tidak terhambat lebih jauh.

"Jadi, saya ke sini hari ini untuk mengetahui dan menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan mungkin beberapa hari lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Suratnya sampai 3.000 surat, dan itu berkaitan dengan kontainer sebanyak 3.100," kata Purbaya.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan menyampaikan dampak langsung dari situasi penumpukan tersebut terhadap dunia usaha yang menjadi salah satu fokus pemerintah. "Sebagian pengusaha sudah mengeluh ada gangguan suplai barang bahan baku dan sudah menaikkan dwelling time," kata Purbaya.