BISNIS.HOTNEWS.ID - Investasi emas terus menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia sebagai instrumen pengaman nilai aset jangka panjang. Keandalannya dalam mempertahankan daya beli, terutama di tengah tantangan ekonomi seperti inflasi, menjadi daya tarik utama.
Emas juga diakui sebagai aset safe haven atau pelindung nilai yang andal saat kondisi ekonomi global sedang bergejolak. Fleksibilitasnya dalam likuiditas menjadikannya pilihan mudah untuk dicairkan menjadi kas saat dibutuhkan.
Fenomena penurunan harga emas Antam tercatat pada Jumat, 17 Juli. Harga per gramnya mengalami koreksi, menjadikannya potensi peluang bagi para investor.
Menurut informasi yang dihimpun, harga emas untuk satuan 1 gram kini dibanderol sebesar Rp2.606.000 per batang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp27.000 jika dibandingkan dengan catatan perdagangan sebelumnya.
Tak hanya harga jual, tren penurunan juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali emas. Harga buyback per gram terkoreksi tajam.
Harga buyback emas Antam tercatat anjlok Rp47.000 dari hari sebelumnya, menjadi Rp2.333.000 per gram. Penurunan ini tentu menjadi perhatian para pelaku pasar.
"Harga emas Antam kembali mengalami penurunan," demikian dilaporkan oleh CNBC Indonesia.
Penurunan harga emas ini dapat menjadi sinyal positif bagi para investor yang ingin memulai atau menambah porsi investasinya. Emas secara historis terbukti mampu memberikan perlindungan terhadap nilai kekayaan.
Sebagai aset safe haven, emas cenderung menguat ketika pasar keuangan global dilanda ketidakpastian. Hal ini menjadikannya pilihan aman di tengah volatilitas ekonomi.