BISNIS.HOTNEWS.ID - Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, baru-baru ini mengumumkan hasil terbarunya mengenai Sovereign Credit Rating Republik Indonesia. Peringkat tersebut kembali ditegaskan pada level 'BBB' untuk jangka panjang dan 'A-2' untuk jangka pendek, dengan status outlook yang dipertahankan Stabil.
Keputusan ini, yang dirilis melalui publikasi Research Update bertajuk "Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable," secara tegas mengukuhkan posisi Indonesia dalam kategori investment grade. Ini menandakan bahwa Indonesia dianggap memiliki kelayakan investasi yang baik di mata para investor global.
Dalam laporan analisisnya, S&P Global Ratings menyoroti beberapa faktor kunci yang mendukung penguatan peringkat Indonesia. Prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai kuat menjadi salah satu pilar utama apresiasi tersebut.
Selain itu, kebijakan makroekonomi yang dijalankan pemerintah dinilai sangat prudent atau hati-hati. Hal ini menunjukkan adanya manajemen ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.
Beban utang eksternal neto dan utang pemerintah Indonesia juga menjadi poin positif dalam penilaian S&P. Angka-angka tersebut relatif rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki peringkat serupa.
Menanggapi hasil positif ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pandangannya. "Afirmasi tersebut mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah," ujarnya.
"Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang kami ambil dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi disambut baik oleh dunia," tambah Airlangga Hartarto.
Kepercayaan global ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menarik investasi dan memperkuat posisinya di kancah ekonomi internasional.
Dikutip dari sumber berita, S&P Global Ratings kembali mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook Stabil.