BISNIS.HOTNEWS.ID - Mata uang Rupiah berhasil mengakhiri sesi perdagangan pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan catatan yang menggembirakan. Penguatan tipis terhadap Dolar Amerika Serikat ini menjadi indikator positif di tengah dinamika pasar keuangan global.
Data yang dihimpun dari Refinitiv mengkonfirmasi pergerakan ini. Rupiah tercatat menguat sebesar 0,11% dari nilai tukar sebelumnya.
Secara spesifik, nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan hari itu berada di level Rp18.080 per Dolar AS. Angka ini menunjukkan resiliensi mata uang Garuda di pasar.
Peristiwa penting yang turut mendasari penguatan ini adalah pengumuman dari lembaga pemeringkat kredit global, S&P Global Ratings. Lembaga tersebut baru saja menyampaikan keputusannya terkait peringkat utang Indonesia.
Keputusan S&P Global Ratings ini tampaknya disambut baik oleh para investor. Afirmasi peringkat kredit Indonesia memberikan sinyal positif mengenai stabilitas ekonomi dan prospek masa depan negara.
Hal ini tercermin dari sentimen optimisme yang berkembang di kalangan investor. Kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia menjadi faktor kunci yang mendorong nilai tukar Rupiah.
"Mata uang Rupiah berhasil mengakhiri sesi perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, dengan catatan positif, menguat tipis terhadap Dolar Amerika Serikat," demikian pernyataan yang dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, menguraikan perkembangan terkini.
"Secara rinci, data dari Refinitiv mencatat bahwa Rupiah ditutup menguat sebesar 0,11% dari nilai tukar sebelumnya," tambah kutipan dari sumber yang sama.
"Mata uang Garuda ini berakhir pada level Rp18.080 per Dolar AS pada penutupan perdagangan hari itu," lanjut informasi yang diperoleh.