BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menetapkan target ambisius terkait kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa. Target tersebut adalah menyelesaikan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada tahun berjalan.

Langkah strategis ini diambil dengan tujuan utama memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia di kawasan Eropa. Selain itu, penyelesaian CEPA diharapkan dapat mendorong peningkatan volume perdagangan bilateral kedua belah pihak.

Penyelesaian IEU-CEPA juga dipandang krusial untuk memperkuat fondasi kerja sama investasi yang sudah terjalin antara Republik Indonesia dan blok negara Uni Eropa. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Dalam rangka memajukan proses ini, Airlangga Hartarto telah melakukan pertemuan penting dengan pihak Uni Eropa. Secara spesifik, beliau bertemu langsung dengan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic.

Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan langkah-langkah konkret selanjutnya yang diperlukan untuk mengakselerasi proses ratifikasi perjanjian IEU-CEPA. Kedua belah pihak berupaya meminimalisir hambatan yang mungkin muncul dalam tahapan akhir perundingan.

Lebih jauh, Airlangga Hartarto memaparkan lini masa yang lebih rinci mengenai implementasi perjanjian tersebut setelah ditandatangani. Proses ratifikasi secara resmi ditargetkan untuk dapat diselesaikan pada paruh kedua tahun 2026.

Mengenai target tersebut, Airlangga Hartarto menyampaikan harapan pemerintah terkait jadwal finalisasi perjanjian. "Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Informasi tersebut kemudian dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Dilansir dari laman resmi Kemenko Perekonomian, komitmen ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam meningkatkan hubungan dagang multilateral dengan mitra ekonomi utama dunia. Finalisasi tahun ini menjadi kunci pembuka peluang ekonomi baru.