BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini memberikan penjelasan mendalam mengenai dukungan finansial sebesar Rp 3 miliar yang disalurkan kepada Koperasi Desa Merah Putih. Dana ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pembangunan fisik semata.
Dana hibah yang diterima oleh Koperasi Desa Merah Putih ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar mendirikan dan mempercantik infrastruktur fisik koperasi. Pemanfaatan dana ini diharapkan dapat mencakup aspek operasional yang krusial bagi keberlangsungan dan pengembangan koperasi.
Sumber pendanaan sebesar Rp 3 miliar tersebut berasal dari mekanisme pinjaman yang difasilitasi oleh pemerintah. Pinjaman ini disalurkan melalui Himbara, yang merupakan himpunan bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menekankan bahwa anggaran sebesar Rp 3 miliar tersebut harus dialokasikan secara bijak. Dana ini ditujukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur koperasi sekaligus membiayai kegiatan operasionalnya.
"Uang Rp 3 miliar harus bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur sekaligus operasional," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
Beliau menambahkan pandangannya mengenai skala pendanaan yang diterima oleh koperasi tersebut. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan modal yang signifikan untuk mendirikan sebuah gerai koperasi.
"Baginya, uang sebesar merupakan modal yang sungguh besar untuk membangun sebuah gerai koperasi, seharusnya uangnya tidak habis hanya untuk konstruksi gerai," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Oleh karena itu, Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan agar dana tersebut tidak hanya terserap habis untuk biaya konstruksi semata. Pemanfaatan untuk operasional yang mendukung kegiatan usaha dan pelayanan koperasi juga menjadi prioritas.
Harapannya, dengan alokasi yang seimbang antara pembangunan infrastruktur dan operasional, Koperasi Desa Merah Putih dapat tumbuh menjadi entitas ekonomi yang kuat dan memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya.