BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UMKM), Bapak Ferry Juliantono, telah menyampaikan laporan mengenai realisasi anggaran kementeriannya untuk tahun anggaran 2025 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Total anggaran yang diterima Kemenkop UMKM pada periode tersebut mencapai Rp 1,2 triliun.

Namun, dalam proses penyaluran anggaran tersebut, tercatat adanya beberapa tantangan yang perlu diatasi. Hal ini menjadi perhatian utama dalam laporan yang disampaikan.

Awalnya, pagu anggaran Kemenkop UMKM untuk tahun anggaran 2025 ditetapkan sebesar Rp 473,31 miliar. Angka ini kemudian mengalami penyesuaian melalui proses efisiensi.

Melalui efisiensi anggaran sebesar Rp 155,83 miliar, anggaran yang dapat dimanfaatkan oleh kementerian menjadi sebesar Rp 317 miliar. Angka ini merupakan dasar anggaran sebelum adanya tambahan belanja.

Selanjutnya, Kementerian Koperasi memperoleh anggaran belanja tambahan yang signifikan. Total anggaran tambahan yang diterima adalah sebesar Rp 744,44 miliar.

"Dari jumlah tersebut, sebesar 87,67% atau Rp 652,69 miliar dialokasikan untuk dana dekonsentrasi," ujar Bapak Ferry Juliantono. Alokasi ini menunjukkan fokus besar pada program-program yang disalurkan melalui pemerintah daerah.

Dana dekonsentrasi ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program-program pemberdayaan koperasi dan UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memastikan jangkauan yang lebih luas dan efektif.

Besarnya porsi dana dekonsentrasi mengindikasikan strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM secara merata. Hal ini sejalan dengan upaya pemulihan dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Dengan demikian, alokasi anggaran yang besar untuk dana dekonsentrasi ini menjadi poin krusial dalam strategi Kemenkop UMKM di tahun anggaran 2025.