BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Rusia tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk mencabut pembatasan ekspor bahan bakar jenis solar. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap indikasi pemulihan kondisi pasar energi di dalam negeri.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengindikasikan bahwa larangan ekspor solar akan diakhiri pada waktu yang tepat. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kelebihan pasokan di kilang-kilang minyak Rusia.

"Larangan ekspor solar akan dicabut pada waktunya untuk mencegah kilang menghadapi kelebihan pasokan yang dapat memaksa mereka mengurangi volume pengolahan," ujar Alexander Novak kepada para wartawan di Omsk, Siberia, pada hari Sabtu.

Sementara itu, kebijakan larangan ekspor bensin akan tetap diberlakukan lebih lama. Pemerintah Rusia telah memutuskan untuk memperpanjang pembatasan ini hingga akhir tahun 2023.

Novak menjelaskan bahwa perpanjangan larangan ekspor bensin ini berlaku bagi produsen maupun nonprodusen. Hal ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menstabilkan pasokan di pasar domestik.

Situasi krisis pasokan bahan bakar yang melanda Rusia pada musim panas tahun ini menjadi latar belakang utama pemberlakuan berbagai langkah pembatasan. Beberapa wilayah dilaporkan memberlakukan pembatasan penjualan bensin dan solar.

Krisis pasokan ini diperparah oleh peningkatan serangan Ukraina terhadap fasilitas kilang minyak Rusia. Sebagai respons langsung terhadap kondisi tersebut, pemerintah Rusia mengambil kebijakan larangan ekspor bahan bakar.

Pembatasan ekspor bahan bakar yang berlaku saat ini dijadwalkan akan berakhir pada tanggal 31 Juli mendatang. Namun, rencana pencabutan larangan ekspor solar masih bersifat kondisional terhadap pemulihan pasar.

Dikutip dari Bloomberg, keputusan untuk memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir tahun merupakan upaya mengatasi kelangkaan bahan bakar di dalam negeri.