BISNIS.HOTNEWS.ID - SCG Chemicals Public Company Limited, sebuah entitas bisnis terkemuka asal Thailand, telah melaksanakan aksi korporasi signifikan dengan mengurangi porsi kepemilikannya di PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Divestasi ini merupakan langkah strategis yang berdampak langsung pada struktur kepemilikan saham emiten petrokimia terpadu tersebut.

Aksi pelepasan saham ini terjadi dalam beberapa tahap selama dua hari yakni pada tanggal 4 dan 5 Juni 2026. Secara total, SCG Chemicals menjual sebanyak 11.828.773.662 unit saham TPIA, merepresentasikan 13,67% dari keseluruhan saham perusahaan.

Proses divestasi dilakukan melalui tiga kali transaksi terpisah yang tercatat pada bursa efek. Transaksi pertama terjadi pada 4 Juni 2026, di mana sebanyak 1.345.080.600 lembar saham dilepas dengan harga Rp1.396 per unit.

Pada hari berikutnya, 5 Juni 2026, terjadi dua kali transaksi penjualan. Penjualan kedua melibatkan volume besar yaitu 9.143.693.062 lembar saham dengan harga jual yang lebih rendah yakni Rp962 per unit.

Sementara itu, penjualan ketiga pada 5 Juni 2026 mencatatkan penjualan sebanyak 1.340.000.000 unit saham pada harga Rp1.379 per lembar. Gabungan seluruh penjualan ini menghasilkan total nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp12,52 triliun.

"Tujuan SCG Chemicals Public Company Limited menjual saham TPIA adalah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung," demikian disampaikan Manajemen TPIA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 5 Juni 2026.

Sebelum divestasi masif ini dilaksanakan, SCG Chemicals memegang kepemilikan saham TPIA sebanyak 25.418.746.224 lembar, yang setara dengan persentase kepemilikan sebesar 29,38%. Langkah ini jelas mengubah dominasi kepemilikan mereka di TPIA.

Pasca seluruh rangkaian transaksi selesai, jumlah saham TPIA yang masih dimiliki SCG Chemicals Public Company Limited mengalami penurunan signifikan menjadi 13.589.972.562 unit. Hal ini berarti persentase kepemilikan mereka kini menyusut menjadi 15,71% dari total saham TPIA.

Pergerakan harga saham TPIA pada hari divestasi juga menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di Bursa Efek Indonesia. Pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, saham TPIA ditutup melemah 5,09% ke level Rp1.305 per unit dari penutupan sehari sebelumnya di Rp1.375.