BISNIS.HOTNEWS.ID - Isu mengenai kualitas dan kuantitas stok beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) menjadi perhatian serius dalam forum resmi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, secara terbuka meminta penjelasan dari Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman.

Permintaan penjelasan ini berpusat pada dugaan adanya penumpukan stok beras yang sudah terlalu lama disimpan di fasilitas penyimpanan milik pemerintah. Menurut perhitungan yang disampaikan oleh Titiek, terdapat volume beras yang signifikan telah mengendap di gudang Bulog melebihi batas waktu ideal penyimpanan.

Secara spesifik, politisi tersebut menyoroti bahwa ada sekitar 1,5 juta ton beras yang dikategorikan sebagai beras 'tua' karena telah berada di gudang selama lebih dari satu tahun. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penurunan mutu pangan strategis nasional tersebut.

Titiek Soeharto menegaskan bahwa idealnya, penyimpanan beras di gudang Bulog seharusnya tidak melebihi batas waktu enam bulan. Pembatasan waktu ini penting dilakukan untuk menjaga kualitas dan nilai gizi beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat.

Dalam rapat kerja yang dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Juni 2026, di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Titiek memaparkan data yang ia terima dari staf kementerian terkait. Ia menekankan bahwa informasi yang disampaikannya bukan merupakan rekaan pribadi, melainkan berdasarkan data resmi.

"Ini saya baru minta nih (data) ke staf bapak juga nih yang jawab nih, bukan saya ngarang-ngarang. Yang umur 1 tahun sampai 1,5 tahun itu cukup tinggi, ada 1,3 juta (ton). Bapak punya stok 5 juta, tapi yang warnanya putih tua itu ada 1,5 juta ton," ujar Titiek Soeharto dalam rapat kerja tersebut.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa dari total stok beras yang diklaim mencapai 5 juta ton, sebagian besar—yakni 1,5 juta ton—memperlihatkan perubahan warna menjadi putih tua, yang merupakan indikasi jelas dari penuaan dan penurunan kualitas.

Permintaan klarifikasi ini ditujukan kepada Andi Amran Sulaiman selaku pemegang tanggung jawab tertinggi baik di Kementerian Pertanian maupun Bapanas. Menteri diharapkan dapat memberikan langkah mitigasi dan strategi penanganan terhadap stok beras yang sudah melewati batas usia simpan tersebut.

Pertemuan ini menjadi forum krusial untuk memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan cadangan pangan negara. Penanganan yang cepat diperlukan agar beras yang berpotensi menurun mutunya tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut bagi negara dan konsumen.