BISNIS.HOTNEWS.ID - Produksi garam tradisional di Indonesia masih menunjukkan eksistensinya, menjadi salah satu mata pencaharian penting bagi masyarakat lokal di beberapa daerah pesisir. Salah satu sentra produksi yang mempertahankan tradisi ini adalah Desa Les, yang terletak di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.
Keberlanjutan metode kuno ini menjadi relevan di tengah gempuran produk garam industri yang serba cepat dan masif. Metode tradisional ini menawarkan kualitas dan cita rasa yang khas, berbeda dari produk komersial pada umumnya.
Secara geografis, lokasi ladang garam di Desa Les membentang luas di sepanjang garis pantai yang menghadap langsung ke laut lepas. Tata letak ini sangat strategis untuk memaksimalkan interaksi antara air laut dan elemen alam.
Proses pembuatan garam di desa ini sepenuhnya bergantung pada dua unsur utama yang tersedia secara alami, yaitu air laut yang murni dan intensitas cahaya matahari yang terik. Ketergantungan pada alam ini menentukan kualitas akhir dari produk yang dihasilkan.
Garam yang berasal dari Desa Les ini memiliki sebutan khusus yang dikenal luas oleh masyarakat, yaitu garam palungan. Nama ini menjadi penanda identitas geografis dan metode produksi unik yang diterapkan oleh para petani garam setempat.
Menariknya, Desa Les juga tercatat sebagai salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam program pemberdayaan masyarakat, yaitu sebagai Desa Sejahtera Astra. Status ini menunjukkan adanya dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.
"Produksi garam tradisional hingga kini masih bertahan. Salah satunya di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali," tegas sumber yang memantau perkembangan sektor perikanan dan kelautan di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, mengenai teknik pembuatannya, "Lokasi ladang garam Desa Les terhampar di pesisir pantai, dan proses produksinya mengandalkan air laut murni dan teriknya cahaya matahari," jelas salah satu sesepuh penggarap garam setempat.
Selain itu, identitas produk ini turut ditekankan, "Garam hasil produksi Desa Les, yang merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra, terkenal dengan sebutan garam palungan," ungkap perwakilan tokoh adat setempat.