BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan minyak global menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Merah. Jutaan barel minyak mentah Arab Saudi terus berhasil dikirim dari pantai Laut Merah menuju pasar internasional.

Kondisi ini terjadi meskipun kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran telah melancarkan ancaman dan serangan terhadap armada pelayaran, yang berpotensi besar mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

Beberapa hari setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap Arab Saudi, para pemilik kapal dari negara-negara Barat dilaporkan mulai mengambil langkah antisipasi. Mereka tengah merencanakan rute alternatif untuk menghindari Selat Bab el-Mandeb di ujung selatan Laut Merah.

Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan memilih untuk melintas di perairan tersebut dengan mematikan transponder kapal mereka. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko deteksi dan potensi serangan dari kelompok Houthi.

Sementara itu, kapal-kapal yang dimiliki oleh negara-negara yang memiliki kedekatan dengan Iran, seperti China, justru terpantau masih melintasi wilayah Laut Merah. Kapal-kapal ini terlihat tetap mengangkut minyak mentah milik Arab Saudi.

Para pemilik kapal tanker minyak dan pelaku pasar komoditas energi global kini berada dalam kewaspadaan tinggi. Peningkatan perhatian ini menyusul peringatan blokade yang dikeluarkan Houthi pada hari Senin lalu dan serangan yang kemudian terjadi terhadap setidaknya satu kapal milik Arab Saudi.

Situasi ini menunjukkan adanya strategi adaptasi dari industri pelayaran minyak global dalam menghadapi tantangan geopolitik yang terus berkembang di jalur perdagangan vital.

"Beberapa hari setelah kelompok yang didukung Iran itu mengumumkan blokade terhadap Arab Saudi, pemilik kapal Barat tampaknya membuat rencana untuk menghindari Selat Bab el-Mandeb, di ujung selatan Laut Merah, atau melintasinya dengan transponder dimatikan," demikian kutipan dari Bloomberg News.

"Sementara itu, kapal-kapal milik negara-negara yang berafiliasi dengan Iran seperti China masih melintasi wilayah tersebut sambil mengangkut minyak Riyadh," lanjut kutipan tersebut.