BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengonfirmasi bahwa saat ini sedang dalam proses penyusunan mekanisme stimulus fiskal. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk meredam potensi guncangan ekonomi akibat perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai respons terhadap dinamika harga energi global yang memengaruhi harga jual BBM di dalam negeri. Stimulus ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat tetap stabil meskipun terjadi penyesuaian harga energi.

Rencana pemberian dukungan finansial atau stimulus ini masih memerlukan tahapan finalisasi sebelum dapat diumumkan secara resmi kepada publik. Proses ini melibatkan koordinasi lintas sektor dan pertimbangan matang mengenai dampak makroekonomi.

Sebelum kebijakan stimulus tersebut diberlakukan, terdapat prosedur formal yang harus dilalui, yakni pelaporan dan persetujuan dari pucuk pimpinan eksekutif negara. Hal ini menunjukkan adanya hierarki pengambilan keputusan yang ketat dalam kebijakan strategis energi.

Airlangga Hartarto secara spesifik menyebutkan bahwa seluruh rencana stimulus yang telah dirancang akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Proses pelaporan ini penting untuk mendapatkan arahan dan keputusan final dari Presiden.

"Lagi disiapkan. Kalau sudah diputus, baru dikasih tahu. Lapor Presiden dulu," kata Airlangga Hartarto kepada para wartawan saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 10 Juni 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa implementasi bantuan kepada masyarakat akan dilakukan segera setelah adanya keputusan resmi dari Presiden. Pemerintah berkomitmen untuk menginformasikan kebijakan tersebut setelah semua tahapan internal selesai dilaksanakan.

Dikutip dari berbagai sumber, fokus utama dari stimulus ini adalah untuk melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kenaikan biaya transportasi dan operasional akibat perubahan harga Pertamax.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.