BISNIS.HOTNEWS.ID - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan optimisme tinggi mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang, khususnya pada tahun 2027. Keyakinan ini disampaikan langsung oleh Perry saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Agenda pertemuan tersebut dilaksanakan di Jakarta pada hari Rabu, tanggal 10 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Perry memaparkan landasan utama yang mendasari proyeksi positif kinerja perekonomian nasional ke depan.
Faktor pertama yang menjadi penopang utama adalah arah kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai sangat mendukung pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini juga diklaim tetap menjaga prinsip kehati-hatian (prudent) dan memastikan defisit anggaran berada dalam batas yang terkendali.
Perry Warjiyo menekankan pentingnya efektivitas alokasi belanja negara dalam mendorong capaian ekonomi yang lebih baik. "Efisiensi relokasi anggaran yang lebih efisien dan lebih produktif dan termasuk mendukung kesejahteraan masyarakat pro-growth, pro-welfare itu akan mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Perry.
Faktor kedua yang diperhitungkan adalah keberhasilan orkestrasi program-program prioritas yang digariskan oleh pemerintah pusat. Program-program strategis ini mencakup berbagai sektor vital bagi keberlangsungan negara dan masyarakat.
Hal ini mencakup upaya penguatan ketahanan nasional di sektor pangan dan energi, serta program-program pendukung lainnya yang terintegrasi dengan baik. Konsistensi dalam pelaksanaan program ini menjadi kunci keberhasilan proyeksi ekonomi.
Lebih lanjut, Perry juga menyoroti peran penting industrialisasi yang didukung oleh pemerintah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Upaya ini berfokus pada pengolahan sumber daya alam melalui proses hilirisasi yang terstruktur.
"Termasuk juga program-program untuk hilirisasi dan industrialisasi dari sumber daya alam yang digariskan oleh pemerintah," kata Perry.
Secara keseluruhan, keyakinan BI terhadap akselerasi ekonomi pada tahun 2027 didasarkan pada sinergi antara kebijakan moneter yang stabil dengan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan inklusif. Hal ini menunjukkan adanya pandangan terpadu antara otoritas fiskal dan moneter.