BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan ketika drummer ternama, Tyo Nugros, diketahui dicekal oleh otoritas bandara saat hendak terbang ke luar negeri. Pencekalan ini terjadi ketika ia berencana menghadiri sebuah acara musik penting di Malaysia.

Peristiwa pencekalan tersebut terkonfirmasi terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Momen ini terjadi menjelang akhir pekan ketika Tyo seharusnya tampil dalam konser yang diselenggarakan oleh band legendaris Dewa 19 pada hari Sabtu, 6 Juni.

Pihak yang memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden ini adalah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Mereka membenarkan adanya pembatasan keberangkatan terhadap musisi tersebut.

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat DJKN, Adi Wibowo, menjadi juru bicara resmi yang memberikan keterangan kepada media mengenai latar belakang pencekalan ini. Penjelasan ini menjawab spekulasi yang beredar luas pasca insiden tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan, pencekalan terhadap Tyo Nugros adalah dampak langsung dari proses pengurusan piutang negara. Proses administrasi yang dimaksud diklaim telah berjalan dan berlangsung cukup lama sebelum pencekalan ini diterapkan.

Adi Wibowo menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh otoritas bandara tersebut sepenuhnya didasarkan pada kerangka hukum yang berlaku di Indonesia. Tindakan ini disebut dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Saat memberikan keterangan lebih lanjut pada hari Kamis, 11 Juni 2026, Adi Wibowo menyampaikan inti permasalahan tersebut. "Jadi tindakan tersebut merupakan bagian dari proses pengurusan piutang negara yang sudah berlangsung cukup lama dan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Adi kepada detikcom, Kamis (11/6/2026).

Dikutip dari detikcom, pernyataan resmi dari DJKN ini mengakhiri spekulasi mengenai alasan mendasar mengapa seorang figur publik seperti Tyo Nugros harus mengalami pembatasan perjalanan internasional secara mendadak.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.