BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera mengambil langkah mitigasi menyusul adanya laporan mengenai produk minyak goreng rakyat, Minyakita, yang diduga memiliki bau tidak sedap seperti solar. Temuan ini dilaporkan oleh masyarakat yang merupakan kelompok penerima bantuan pangan di beberapa wilayah.
Insiden dugaan kontaminasi ini secara spesifik terdeteksi di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri. Hal ini menunjukkan adanya potensi masalah pada rantai distribusi minyak goreng bersubsidi di daerah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi ini melibatkan pemerintah daerah setempat serta Perum Bulog sebagai penyalur utama bantuan pangan.
Proyeksi Harga Logam Mulia: Analis Ungkap Potensi Emas Sentuh Rp2.780.000 Pekan Depan
Tujuan utama dari koordinasi ini adalah untuk segera melokalisir peredaran minyak goreng yang dimaksud. Upaya ini dilakukan secara preventif agar minyak dengan indikasi masalah kualitas tersebut tidak sampai didistribusikan kepada penerima bantuan lainnya.
Tindakan tegas berupa penarikan produk telah diinstruksikan secara resmi oleh otoritas perdagangan pusat. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas pangan yang diterima oleh masyarakat penerima bantuan sosial.
Iqbal Shoffan Shofwan mengonfirmasi instruksi penarikan tersebut saat dihubungi oleh awak media pada hari Minggu, 5 Juli 2026. Instruksi ini mencakup seluruh minyak goreng merek Minyakita yang terindikasi memiliki bau solar dan sudah terdistribusi di wilayah terdampak.
Gebrakan Transmart Full Day Sale: Sepeda Hingga Diskon Spesial Menggoda Konsumen Jawa
"Kami telah menginstruksikan untuk segera dilakukan penarikan bantuan minyak goreng dengan merek Minyakita terindikasi berbau solar yang telah terdistribusi kepada penerima bantuan di beberapa wilayah dan langsung dilakukan penggantian dengan Minyak Goreng yang bermutu dan berkualitas," ujar Iqbal saat dihubungi detikcom, dikutip Minggu (5/7/2026).
Proses penggantian produk yang ditarik akan segera dilakukan dengan pasokan minyak goreng baru yang telah terjamin kualitas dan mutunya. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap program bantuan pangan pemerintah.
Dilansir dari detikcom, respons cepat Kemendag ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga standar kualitas barang yang disalurkan kepada masyarakat rentan.