BISNIS.HOTNEWS.ID - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, baru-baru ini menyampaikan temuan signifikan mengenai proses pengadaan kendaraan listrik di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini terungkap setelah pertemuan antara KSP dan Kepala BGN, Nanik S Deyang, di Jakarta.

Fokus utama pembahasan adalah terkait pengadaan sebanyak 21.810 unit motor listrik merek Emmo JVX GT. Pengadaan ini menjadi sorotan setelah adanya indikasi ketidakberesan dalam perhitungan biaya yang telah dikeluarkan oleh pejabat sebelumnya.

Menurut informasi yang disampaikan KSP, BGN telah melakukan penghitungan ulang atas transaksi pengadaan tersebut. Proses pelunasan sempat dilakukan oleh pejabat BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, yang kini menjadi subjek penyelidikan.

Secara mengejutkan, terungkap bahwa biaya telah dilunasi senilai total Rp1,03 triliun kepada pihak penyedia, PT Yasa Artha Trimanunggal. Ironisnya, sebagian besar unit motor tersebut dilaporkan masih dalam tahap perakitan hingga April 2026.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh BGN, ditemukan adanya dugaan penggelembungan biaya atau mark up dalam transaksi pengadaan motor listrik tersebut. Estimasi awal mark up ini mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp200 miliar.

"Ya ini mudahlah. Proses hukumnya segera cepat," kata Dudung Abdurachman, mengindikasikan bahwa penanganan kasus ini akan segera diproses secara hukum, dikutip Rabu (10/06/2026).

Lebih lanjut, Dudung menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik ini terdiri dari dua tipe berbeda. Sebanyak 1.507 unit merupakan jenis motor trail, sementara 6.431 unit lainnya adalah jenis motor bebek.

Dudung juga menyatakan kekhawatiran mengenai potensi masalah yang mungkin timbul di kemudian hari terkait penggunaan motor listrik tersebut. "Ini yang kemudian nanti karena listrik ini bisa jadi akan banyak bermasalah," ujarnya.

Fakta semakin menguat ketika terdapat hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengindikasikan kerugian negara yang lebih besar. Audit BPK menyebut total kerugian negara dari pengadaan ini dapat mencapai Rp400 miliar.