BISNIS.HOTNEWS.ID - Proses restrukturisasi besar-besaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan kemajuan signifikan di bawah arahan kepemimpinan terbaru. Upaya konsolidasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan tata kelola di seluruh entitas milik negara.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, memegang peran kunci dalam mengawal proses vital ini. Beliau baru-baru ini memberikan pembaruan langsung mengenai sejauh mana konsolidasi telah dilaksanakan kepada Presiden Republik Indonesia.
Pertemuan penting tersebut dilaksanakan di kediaman resmi Presiden di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Kedatangan Rosan Roeslani menunjukkan urgensi dan perhatian serius pemerintah terhadap pembenahan sektor BUMN.
Luhut Pandjaitan Tinjau Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis Bersama Pimpinan BGN
Dalam pertemuan itu, Rosan Roeslani menginformasikan bahwa sebanyak 258 entitas BUMN telah berhasil melalui proses konsolidasi. Angka ini merupakan capaian awal yang substansial dalam agenda efisiensi nasional.
Lebih lanjut, Rosan menyampaikan rencana tindak lanjut yang ambisius untuk periode berikutnya. Konsolidasi dijadwalkan akan menyasar ratusan perusahaan pelat merah lainnya dalam waktu dekat.
Rosan Roeslani mengonfirmasi capaian tersebut melalui media sosial pribadinya pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Ia memaparkan data terkini mengenai skala pemangkasan dan penggabungan entitas BUMN yang sedang berjalan.
"Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan, dan sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul," kata Rosan Roeslani.
Dilansir dari akun Instagram resmi @rosanroeslani, pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai magnitude dari reformasi struktural yang sedang diterapkan pada BUMN di Indonesia.
Informasi mengenai konsolidasi ratusan BUMN ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menciptakan badan usaha yang lebih ramping, fokus, dan berdaya saing tinggi di kancah domestik maupun global.