BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan harga minyak dunia kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan menyusul adanya serangan udara balasan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat ke wilayah Iran. Aksi militer ini menambah panjang rangkaian ketegangan yang selama ini terus menguji gencatan senjata yang rapuh di kawasan Timur Tengah.
Aksi militer AS ini merupakan respons langsung atas insiden penembakan jatuh helikopter militer mereka sebelumnya. Kejadian ini memperburuk situasi regional dan menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat mencatatkan lonjakan hampir 2% dalam perdagangan. Harga komoditas energi tersebut sempat mendekati ambang batas psikologis US$90 per barel sebelum kemudian sedikit mengalami koreksi.
Perlu dicatat bahwa pada perdagangan hari Selasa sebelumnya, indeks acuan minyak mentah AS tersebut sebenarnya sempat ditutup melemah hingga 3,4%. Kenaikan tajam kali ini mengindikasikan volatilitas tinggi yang dipicu oleh perkembangan geopolitik terbaru.
Pihak militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa serangan yang dilancarkan tersebut merupakan bagian dari operasi "serangan membela diri". Keputusan ini diambil berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Donald Trump setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik mereka.
Dilansir dari Bloomberg, Komando Sentral AS (Centcom) memberikan pernyataan resmi mengenai operasi tersebut melalui platform X. "Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak berdasar," ungkap Komando Sentral AS (Centcom) melalui unggahannya di platform X.
Sebelum serangan udara ini dilancarkan, Presiden Trump telah secara terbuka menuding Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter yang diklaim sedang menjalankan misi patroli di sekitar selat tersebut. Presiden Trump juga telah bersumpah untuk membalas tindakan yang dianggapnya sebagai agresi.
Sementara itu, media resmi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa Pulau Qeshm yang berlokasi strategis di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal. Ada laporan yang menyebutkan bahwa setidaknya enam kali dentuman ledakan terdengar dari lokasi tersebut.
Menanggapi serangan balasan dari Washington, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan respons keras melalui platform X. "Angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun berlalu tanpa balasan," tegas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui platform X.