BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menugaskan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk melakukan serangkaian simulasi. Tugas ini secara spesifik berkaitan dengan potensi dampak yang ditimbulkan oleh gejolak harga minyak mentah dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Perintah ini diberikan sebagai respons terhadap dinamika pasar energi global yang menunjukkan tren kenaikan harga minyak mentah. Kenaikan tersebut bahkan sempat menyentuh angka signifikan, melampaui level 100 dolar Amerika Serikat per barel.
Presiden Prabowo menginginkan analisis mendalam mengenai bagaimana fluktuasi harga minyak tersebut akan memengaruhi stabilitas dan alokasi anggaran negara. Simulasi ini penting untuk mengantisipasi berbagai skenario ekonomi yang mungkin terjadi.
Meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Ia memastikan bahwa harga untuk produk subsidi tidak akan mengalami peningkatan.
Hal ini menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kenaikan harga BBM akibat lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional. Pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi.
"Kalau yang subsidi akan kita jaga terus," ujar Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, pada Jumat (24/7/2026).
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melindungi masyarakat dari dampak langsung kenaikan harga energi global. Penjagaan harga BBM subsidi menjadi prioritas dalam kebijakan fiskal saat ini.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis (23/7), harga minyak mentah jenis Brent mencatat lonjakan signifikan. Kenaikan mencapai 7% dan untuk pertama kalinya sejak Mei, harga minyak Brent berhasil menembus level di atas 100 dolar AS per barel.
Dikutip dari sumber berita, situasi pasar minyak mentah global yang volatil ini menjadi latar belakang utama penugasan simulasi kepada Menteri Keuangan. Analisis mendalam diperlukan untuk memahami implikasi ekonomi yang lebih luas.