BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Yassierli, secara resmi menyampaikan seruan kepada seluruh negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) untuk meningkatkan sinergi dalam bidang pelatihan dan pengembangan keterampilan di era digital. Seruan ini muncul sebagai langkah proaktif menghadapi perubahan fundamental dalam dunia kerja.
Ajakan penting ini disampaikan dalam konteks pertemuan tingkat menteri Asia Pacific Group Ministerial Meeting, yang merupakan bagian integral dari rangkaian acara Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114. Lokasi pertemuan strategis ini adalah di Jenewa, Swiss.
Pertemuan tersebut menjadi forum krusial bagi para menteri untuk membahas tantangan ketenagakerjaan kontemporer yang semakin kompleks. Salah satu pemicu utama dari tantangan ini adalah percepatan disrupsi teknologi dan perkembangan pesat Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Respons Indonesia terhadap dinamika global ini terfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar siap menyerap tantangan dan peluang baru yang ditimbulkan oleh otomatisasi dan AI. Fokus utama adalah menciptakan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi masa depan.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu (10/6/2026), Menaker Yassierli menekankan pentingnya solidaritas antarnegara di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan saat ini tidak dapat diatasi melalui upaya unilateral atau sendiri-sendiri.
"Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar," kata Yassierli dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Ajakan tersebut secara implisit menyoroti perlunya harmonisasi standar pelatihan dan transfer pengetahuan mengenai kurikulum keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0 dan pasca-AI. Ini penting untuk memastikan daya saing regional tetap terjaga.
Dilansir dari sumber resmi mengenai kegiatan tersebut, pertemuan di Jenewa ini menjadi penegasan komitmen Indonesia untuk memimpin upaya kolektif dalam mitigasi risiko pengangguran struktural akibat teknologi, sekaligus memaksimalkan potensi bonus demografi melalui peningkatan kualitas SDM.