BISNIS.HOTNEWS.ID - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia telah menunjukkan capaian investasi yang substansial sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2012. Total realisasi investasi yang berhasil dihimpun mencapai angka kumulatif sebesar Rp353 triliun hingga akhir Kuartal I tahun 2026.
Angka fantastis tersebut setara dengan konversi nilai sekitar US$19,7 miliar berdasarkan kurs yang berlaku saat perhitungan dilakukan. Capaian ini mengindikasikan keberhasilan program pengembangan KEK dalam menarik minat investor domestik maupun asing.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjadi pihak yang mengumumkan data kemajuan investasi ini secara resmi. Pengumuman tersebut disampaikan dalam rangka evaluasi kinerja kawasan prioritas ekonomi nasional.
Realisasi investasi yang masif ini berhasil dikontribusikan oleh partisipasi aktif dari 471 entitas bisnis yang saat ini telah beroperasi secara penuh. Entitas-entitas bisnis tersebut tersebar dan menjalankan operasionalnya di 25 lokasi KEK yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pertumbuhan investasi ini berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan nasional, menciptakan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Tercatat bahwa keseluruhan investasi tersebut telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 260.000 orang penduduk Indonesia.
"Hingga kuartal pertama tahun 2026, KEK di Indonesia secara kumulatif merealisasikan investasi sebesar Rp353 triliun, saya rasa sekitar US$19,7 miliar," kata Susiwijono Moegiarso.
Beliau melanjutkan pemaparan mengenai dampak sosial ekonomi dari investasi tersebut, "Investasi tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 260.000 pekerja dan menarik 471 entitas bisnis yang beroperasi di 25 KEK di seluruh negeri," ujar Susiwijono.
Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian tersebut dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang berlokasi di Jakarta Pusat, pada hari Senin, tanggal 6 Juli 2026.
Dilansir dari sumber resmi, angka ini menegaskan posisi KEK sebagai salah satu motor penggerak utama dalam upaya pemerintah meningkatkan investasi dan membuka peluang kerja baru di berbagai daerah.