BISNIS.HOTNEWS.ID - Fenomena investasi di pasar saham ternyata bukanlah hal baru, bahkan sudah menarik perhatian masyarakat luas sejak berabad-abad lamanya. Bahkan, daya tarik ini mampu menjangkau lapisan masyarakat yang mungkin tidak kita duga sebelumnya dalam sejarah keuangan.
Salah satu contoh historis yang sangat menarik untuk ditelaah adalah kisah seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang berani mengambil langkah investasi signifikan. ART tersebut mengumpulkan tabungan hasil gajinya demi mengakuisisi saham perusahaan yang baru saja melantai di bursa efek.
Peristiwa unik ini melibatkan seorang individu bernama Neeltgen Cornelis, yang tercatat dalam sejarah karena keputusannya yang berani tersebut. Keputusan Neeltgen ini terjadi pada masa awal berdirinya kongsi dagang besar Eropa di Nusantara.
Secara spesifik, investasi bersejarah Neeltgen Cornelis ini dilakukan saat Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau Kongsi Dagang Hindia Belanda pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik. Momen penawaran perdana saham ini terjadi pada tahun 1602.
Keputusan Neeltgen Cornelis untuk berinvestasi pada saat itu menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen keuangan modern sudah ada di banyak kalangan, terlepas dari status sosial ekonomi seseorang. Hal ini menjadi bukti awal inklusivitas pasar modal awal.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kisah ini menyoroti bagaimana investasi di pasar saham telah menjadi daya tarik bagi banyak kalangan sejak lama, bahkan hingga ke lapisan masyarakat yang tidak terduga. Kisah Neeltgen Cornelis menjadi salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut.
Lebih lanjut, "Salah satu contoh historis yang menarik perhatian adalah kisah seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang berani menguras tabungan gajinya demi membeli saham perusahaan yang baru melantai di bursa," ujar narasumber yang membahas sejarah investasi tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa inisiatif finansial dan pemahaman terhadap peluang investasi dapat muncul dari siapa saja, termasuk mereka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada era kolonial tersebut. Hal ini memberikan perspektif menarik mengenai sejarah pasar modal di Indonesia.
Tindakan Neeltgen Cornelis pada tahun 1602 tersebut menjadi catatan penting mengenai partisipasi publik dalam pendanaan perusahaan dagang multinasional pertama di dunia. Ini adalah bagian dari sejarah awal terbentuknya pasar saham modern.