BISNIS.HOTNEWS.ID - Perjalanan panjang menuju kesepakatan merger senilai US$110 miliar antara Paramount, Skydance Corp., dan Warner Bros. Discovery Inc. kini menghadapi fase penundaan krusial. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak merampungkan transaksi besar ini hingga bulan Juni mendatang, kecuali jika ada perkembangan signifikan dalam sengketa hukum yang sedang berlangsung.

Keputusan penundaan ini diambil berdasarkan pengajuan dalam gugatan yang diajukan oleh California bersama negara bagian lain. Gugatan tersebut bertujuan untuk menghentikan secara permanen potensi merger yang akan mengubah peta industri hiburan global.

Penundaan kesepakatan ini akan berlaku hingga lima hari setelah keluarnya putusan resmi dalam kasus hukum tersebut, atau paling lambat hingga 1 Juni 2024. Ketentuan ini telah disetujui dan dicatat dalam dokumen pengadilan yang diajukan.

Proses penundaan ini disahkan oleh Hakim Distrik AS Araceli Martínez-Olguín yang berkedudukan di Oakland, California. Keputusan hakim tersebut menjadi landasan hukum bagi kedua belah pihak untuk menangguhkan penyelesaian transaksi bernilai fantastis ini.

Situasi ini berdampak langsung pada pasar modal, di mana saham Paramount mengalami penurunan tajam. Pada hari Jumat lalu, saham perusahaan anjlok hingga 3,8%, ditutup pada level US$8,21, yang merupakan rekor terendah sepanjang sejarah perusahaan.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada penetapan jadwal persidangan yang akan menentukan nasib kesepakatan ini. Sidang tersebut akan memutuskan apakah merger bernilai ratusan triliun rupiah ini akan diblokir secara permanen atau justru dapat dilanjutkan.

"Kami tidak akan menyelesaikan kesepakatan tersebut hingga lima hari setelah putusan dalam kasus tersebut atau 1 Juni, mana yang lebih dulu," demikian bunyi pengajuan dalam gugatan yang dikutip dari Bloomberg.

Perkembangan ini menunjukkan adanya upaya hukum yang serius untuk menghentikan merger. California dan negara bagian lain tampaknya memiliki argumen kuat yang perlu dipertimbangkan oleh pengadilan.

Keputusan hakim di Oakland menjadi titik krusial yang dinanti. Keberhasilan atau kegagalan gugatan ini akan sangat menentukan arah masa depan kedua perusahaan raksasa di industri hiburan.