BISNIS.HOTNEWS.ID - Beberapa kilang minyak di Tiongkok dilaporkan sedang menawarkan kembali minyak mentah yang sebelumnya mereka beli dari Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Para pedagang menyatakan bahwa minyak mentah yang berasal dari Teluk Persia ini seharusnya sudah tiba atau akan dikirim dalam waktu dekat, bahkan paling lambat bulan ini. Minyak tersebut kini ditawarkan kepada para pembeli di Korea Selatan dan Taiwan.
Jenis minyak yang ditawarkan termasuk kategori seperti Upper Zakum dari Uni Emirat Arab. Para pedagang yang terlibat dalam transaksi ini memilih untuk menjaga kerahasiaan identitas mereka karena belum mendapatkan izin untuk berbicara di depan umum.
Penawaran minyak mentah tersebut datang langsung dari perusahaan perdagangan dan perantara lainnya. Mereka menawarkan minyak tersebut dengan premi sekitar US$6 per barel di atas patokan harga Dubai, khusus untuk pengiriman ke pasar Asia.
Disebutkan bahwa beberapa pengiriman minyak ini awalnya diperoleh melalui tender dengan tingkat harga yang kurang lebih setara dengan patokan Dubai itu sendiri. Namun, situasi pasar kini memungkinkan mereka untuk menjual kembali dengan keuntungan.
Masih belum ada informasi pasti mengenai berapa banyak total minyak mentah dari Teluk Persia yang kini tersedia untuk dijual kembali di pasar. Hal ini menunjukkan dinamika pasar yang cukup cair dan belum terdefinisikan secara tuntas.
Kilang minyak Tiongkok diperkirakan akan mengganti pasokan minyak dari Timur Tengah ini dengan minyak mentah jenis ESPO dari Rusia. Pilihan ini didasari oleh harga yang jauh lebih murah untuk pengiriman ke Asia, sehingga dinilai lebih menguntungkan secara finansial.
"Minyak mentah asal Timur Tengah yang dibeli oleh beberapa kilang minyak China kini ditawarkan untuk dijual kembali, menurut para pedagang, karena mereka berupaya memanfaatkan lonjakan harga setelah ketegangan di kawasan tersebut meningkat," ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
"Minyak tersebut telah keluar dari Teluk Persia dan dapat dikirim paling cepat bulan ini," tambah para pedagang tersebut, yang juga meminta agar nama mereka dirahasiakan karena belum berwenang berbicara di depan umum.