BISNIS.HOTNEWS.ID - Divisi Xbox milik Microsoft diketahui tengah merencanakan langkah restrukturisasi signifikan yang melibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar. Rencana PHK ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan mendatang.

Selain pengurangan jumlah tenaga kerja, Xbox juga berencana untuk melakukan pengetatan anggaran operasional lainnya. Hal ini mencakup pemangkasan signifikan pada pos biaya pemasaran produk dan layanan mereka.

Informasi mengenai rencana PHK ini pertama kali terungkap melalui pemberitaan media internasional. Rencana tersebut menandai perubahan strategis besar pertama di bawah kepemimpinan baru.

Perubahan ini terjadi di bawah komando Asha Sharma, yang baru saja ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) unit gaming Microsoft sejak Februari lalu. Ini merupakan penataan ulang struktural pertama di bawah kepemimpinan barunya.

Dilansir dari Reuters, Kamis (10/6/2026), rencana ini mengindikasikan adanya upaya penyesuaian internal di dalam tubuh Xbox. Hingga saat ini, Microsoft belum memberikan tanggapan resmi mengenai kabar adanya PHK dan pemangkasan anggaran tersebut.

Xbox telah menghadapi serangkaian tantangan berat dalam beberapa tahun terakhir di industri gaming global. Tantangan ini memengaruhi kinerja keseluruhan unit bisnis tersebut.

Salah satu kendala utama adalah strategi Microsoft yang sangat mengandalkan layanan berlangganan dan teknologi cloud gaming. Strategi ini dinilai gagal total dalam mengimbangi laju penurunan penjualan konsol fisik.

Selain itu, minimnya judul game unggulan atau killer application yang mampu menarik minat dan mempertahankan basis pemain yang besar menjadi faktor penghambat pertumbuhan Xbox. Hal ini menjadi salah satu fokus evaluasi internal.

"Microsoft belum mau memberikan tanggapan atas kabar tersebut," sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis (10/6/2026), menegaskan posisi perusahaan yang masih bungkam terkait isu restrukturisasi ini.