BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan tegas kepada kalangan pengusaha di Indonesia mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan etika bisnis. Peringatan ini disampaikan dalam rangka membangun iklim usaha yang lebih bersih dan berintegritas.
Pesan keras tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke-XVII. Acara penting ini diselenggarakan di Lampung baru-baru ini.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara terbuka menyinggung mengenai catatan masa lalu para pebisnis di tanah air. Beliau menegaskan bahwa era untuk melakukan pelanggaran sudah berakhir seiring dengan perkembangan zaman dan pengawasan yang semakin ketat.
"Para pengusaha di Indonesia, sejujurnya, banyak sekali memiliki catatan dosa di masa lalu. Saya bisa memahaminya karena saya sudah lama berkecimpung dan mengerti situasi yang ada," ujar Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip pada Rabu (10/06/2026).
Beliau melanjutkan dengan nada ajakan untuk memperbaiki diri demi kemajuan bangsa ke depan. Meskipun mengakui adanya kesalahan di masa lalu, fokus harus dialihkan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Saudara-saudara sekalian, namun demikian, lupakanlah yang telah terjadi, mari kita tutup lembaran lama dan bangkit menuju masa depan. Saat ini, jangan pernah mencoba untuk melanggar peraturan, karena risikonya adalah Anda akan mengalami kekalahan," tegasnya.
Presiden Prabowo juga menyoroti bagaimana kemajuan teknologi turut memperkuat kemampuan pemerintah dalam mengawasi sektor usaha. Aplikasi teknologi canggih kini menjadi alat bantu utama dalam pengawasan.
Menurut pandangan beliau, aparat penegak hukum kini memiliki kapasitas untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) guna menganalisis dokumen-dokumen bisnis yang tebal, seperti kontrak proyek, dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini meningkatkan transparansi secara signifikan.
Ke depan, Presiden Prabowo berharap agar para pengusaha, khususnya anggota HIPMI, dapat mengambil peran sentral dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Periode ini dianggap krusial bagi pertumbuhan negara.