BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal dengan KAI, baru saja melaksanakan restrukturisasi signifikan pada jajaran direksinya. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran dan penyesuaian strategi perusahaan ke depan.

Perombakan direksi ini secara resmi ditetapkan pada tanggal 30 Juni 2026. Keputusan tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan mengenai Laporan Manajemen Tahun 2025.

Informasi mengenai pergantian ini disampaikan KAI melalui mekanisme keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dikonfirmasi pada Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam kerangka restrukturisasi tersebut, terdapat pemberhentian dua direktur lama yang telah menjabat sebelumnya. Mereka adalah Heru Kuswanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Sarana dan Prasarana.

Selain itu, posisi Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha yang sebelumnya dipegang oleh Rafli Yandra juga turut diberhentikan dalam rapat pemegang saham tersebut. Perubahan ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus prioritas manajemen KAI.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah perubahan nomenklatur atau penamaan jabatan di tingkat direksi. Jabatan yang sebelumnya dikenal sebagai Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha kini diubah namanya secara resmi.

Jabatan baru tersebut kini resmi berganti nama menjadi Direktur Komersial. Perubahan nomenklatur ini diharapkan dapat memberikan fokus yang lebih tajam pada aspek pendapatan dan pemasaran jasa perkeretaapian.

Sosok yang mengisi posisi strategis Direktur Komersial yang baru ini diketahui merupakan mantan pimpinan dari maskapai penerbangan Pelita Air. Hal ini menunjukkan adanya upaya KAI dalam membawa perspektif baru dari industri transportasi lain ke dalam operasionalnya.

"Perombakan jajaran direksi ini tercantum dalam pengumuman KAI lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (2/7/2026)," sebagaimana disampaikan dalam dokumen resmi perusahaan.