BISNIS.HOTNEWS.ID - Nilai tukar Rupiah tercatat kembali mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari Jumat, 24 Juli 2026.
Mata uang Garuda sempat nyaris menyentuh angka psikologis Rp18.000 per Dolar AS menjelang akhir sesi perdagangan.
Namun, menjelang penutupan pasar, Rupiah berhasil memangkas sebagian pelemahannya.
Berdasarkan data Refinitiv, Rupiah akhirnya mengalami depresiasi sebesar 0,25%.
Posisi penutupan Rupiah berada di angka Rp17.935 per Dolar AS pada akhir perdagangan tersebut.
Angka penutupan ini tercatat sama dengan level pembukaan perdagangan di pagi hari yang sama, menunjukkan fluktuasi sepanjang hari.
Faktor-faktor eksternal seperti gejolak di pasar energi global dan ketegangan perang dagang antarnegara besar menjadi pemicu utama pelemahan ini.
Ketidakpastian global ini secara umum mendorong penguatan Dolar AS sebagai aset safe haven.
"Rupiah akhirnya terdepresiasi sebesar 0,25% dan ditutup pada posisi Rp17.935 per Dolar AS," demikian dilaporkan oleh Refinitiv.