BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menggariskan target ambisius untuk pengendalian inflasi di Indonesia pada tahun mendatang. Pemerintah berupaya keras menjaga laju inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali, yaitu antara 1,5% hingga maksimal 3,5%.
Target inflasi ini merupakan hasil dari antisipasi risiko yang mungkin timbul, terutama yang berasal dari luar negeri. Upaya menjaga stabilitas harga ini menjadi prioritas utama dalam menjaga daya beli masyarakat dan kesehatan ekonomi nasional.
Strategi utama yang akan diterapkan adalah melalui sinergi kebijakan antara sektor fiskal yang dikelola pemerintah dan kebijakan moneter yang dijalankan oleh bank sentral. Fokus utama dari sinergi ini adalah menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga komoditas vital.
Komoditas yang mendapat perhatian khusus dalam upaya stabilisasi ini adalah sektor pangan dan energi. Kedua sektor ini memiliki dampak signifikan terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) secara keseluruhan.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah secara aktif berkoordinasi dengan bank sentral untuk mengantisipasi potensi risiko inflasi yang diimpor (imported inflation). Koordinasi ini penting untuk memitigasi guncangan harga dari pasar global.
Selain itu, efektivitas pengendalian inflasi ditingkatkan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah bersama otoritas moneter. Hal ini dilakukan melalui penguatan tim pengendalian inflasi yang ada di tingkat pusat maupun daerah.
Dalam sebuah kesempatan, Purbaya menjelaskan pentingnya keselarasan kebijakan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada hari Rabu (10/6/2026). Ia menekankan bahwa keselarasan fiskal dan moneter harus terjalin erat.
"Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras tanpa menimbulkan crowding out effect sehingga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan dapat dijaga untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data inflasi terbaru. Laju inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada bulan Mei 2026 tercatat sebesar 3,08%.