BISNIS.HOTNEWS.ID - Investor asing di pasar saham Indonesia masih memperlihatkan tren jual bersih (net sell) yang signifikan pada periode akhir Juni hingga awal Juli 2026. Dana keluar bersih yang tercatat pada periode tersebut mencapai Rp2,73 triliun di pasar reguler.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada aksi jual bersih secara keseluruhan, terdapat pergeseran strategi yang mulai terlihat di kalangan investor global. Fenomena ini patut dicermati dalam menganalisis pergerakan dana asing di Bursa Efek Indonesia.
Titik menarik dari pergerakan modal asing ini adalah peningkatan minat terhadap sektor komoditas dan energi. Minat baru ini mulai mengemuka seiring dengan persepsi bahwa valuasi saham di Indonesia kini lebih atraktif.
Kondisi valuasi pasar saham Indonesia yang dianggap semakin terjangkau menjadi salah satu pemicu utama bagi investor asing untuk mulai mengalokasikan dana ke sektor-sektor tertentu. Hal ini berbeda dengan kondisi yang terjadi pada awal tahun 2026.
Peristiwa ini teridentifikasi terjadi dalam rentang waktu perdagangan dari tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Data menunjukkan adanya arus keluar dana bersih yang cukup substansial selama periode tersebut.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, CNBC Indonesia melaporkan mengenai kondisi pasar saham domestik tersebut. Informasi ini memberikan gambaran mengenai dinamika investasi pada pekan tersebut.
Mengenai isu valuasi yang menarik, terdapat konfirmasi bahwa investor global mulai melirik saham-saham yang terkait dengan komoditas dan energi. Hal ini mengindikasikan adanya optimisme terhadap prospek sektor tersebut.
"Periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026 mencatat dana keluar bersih sebesar Rp2,73 triliun di pasar reguler," ungkap salah satu analis pasar, merujuk pada data transaksi saat itu.
Lebih lanjut, mengenai pergeseran fokus investasi, disebut bahwa "fenomena yang menarik perhatian adalah mulai meningkatnya minat investor global terhadap saham-saham komoditas dan energi."