BISNIS.HOTNEWS.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia maya ketika nama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto, tiba-tiba terseret dalam isu dugaan permintaan kuota titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini mencuat setelah adanya nama-nama tokoh dan pejabat yang diduga meminta jatah fasilitas tersebut kepada eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Informasi mengenai dugaan keterlibatan pejabat publik ini mulai terungkap setelah Wakil Kepala BGN periode 2025-2026, Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator. Sony disebut akan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus yang sedang diselidiki ini.
Purnawirawan jenderal polisi yang kini menjadi tersangka tersebut dikabarkan akan membocorkan lebih dari 20 nama tokoh dan pejabat yang diduga pernah meminta alokasi titik dapur MBG. Ini menjadi perkembangan signifikan dalam penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan program gizi nasional tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Fitroh Rohcahyanto secara tegas membantah segala tuduhan yang mengaitkannya dengan permintaan titik dapur MBG. Ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal sosok Sony Sonjaya yang kini menjadi sorotan publik.
"Saya tidak kenal Sony apa lagi komunikasi minta titik dapur," ujar Fitroh saat dihubungi oleh Bloomberg Technoz pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi penolakan keras dari salah satu pimpinan lembaga antirasuah tersebut.
Secara terpisah, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa lembaga tengah mencermati berbagai informasi yang beredar luas di media sosial terkait perkara MBG ini. Informasi tersebut mencakup berbagai pihak yang dikaitkan dengan kasus tersebut.
Salah satu informasi yang menjadi perhatian adalah penyebutan nama pimpinan KPK, yaitu Fitroh Rohcahyanto, yang disebut memiliki yayasan terkait dan dikaitkan dengan perkara MBG. Dalam konteks ini, Fitroh dikaitkan dengan salah satu tersangka, yakni Sony Sonjaya.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, disebutkan bahwa daftar nama yang mencuat berasal dari keterangan yang akan disampaikan oleh Sony Sonjaya dalam upayanya menjadi justice collaborator. Hal ini menunjukkan adanya upaya pembongkaran jaringan yang lebih luas dalam kasus ini.
KPK menegaskan bahwa mereka akan terus mencermati perkembangan informasi yang ada sembari memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Penegasan dari pimpinan KPK diharapkan dapat menjaga integritas lembaga dalam proses penanganan kasus ini.