Bisnis HotNews.com — Di saat dunia masih menahan napas atas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sebuah kisah senyap justru lahir dari lautan kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil melintasi Selat Hormuz dalam perjalanan selama 16 jam yang penuh kehati-hatian, perhitungan, dan disiplin tinggi navigasi internasional.

Perlintasan ini bukan perjalanan biasa. Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis energi dunia kembali menjadi sorotan akibat dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran yang membuat kawasan Teluk Arab berada dalam status waspada tinggi. 

Namun di tengah situasi itu, Gamsunoro tetap bergerak, membawa misi penting yang telah dipersiapkan jauh sebelumnya.

Perjalanan dimulai pada Rabu (24/6) pukul 01.06 waktu Dubai. Setelah tertahan selama berbulan-bulan di wilayah Teluk Arab akibat kondisi keamanan yang fluktuatif, kapal akhirnya mendapatkan persetujuan untuk bergerak setelah evaluasi risiko berlapis dilakukan oleh PIS bersama otoritas terkait.

Sumber internal menyebutkan bahwa keputusan keberangkatan tidak hanya mempertimbangkan aspek operasional, tetapi juga melibatkan analisis intelijen maritim, kondisi cuaca strategis, hingga dinamika lalu lintas kapal internasional di kawasan tersebut.