BISNIS.HOTNEWS.ID - Potensi besar masih terbuka lebar dalam sektor bisnis waralaba atau franchise di Indonesia saat ini. Industri ini menunjukkan ketahanan yang kuat dengan catatan pertumbuhan rata-rata tahunan yang stabil di angka 10 hingga 15 persen.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa model bisnis kemitraan teruji tersebut masih sangat relevan dengan dinamika pasar domestik. Pertumbuhan yang konsisten ini menjadi sinyal positif bagi calon investor yang ingin merintis usaha.

Minat masyarakat untuk memasuki dunia wirausaha melalui sistem franchise terbukti masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pihak mencari jalur yang lebih terstruktur untuk memulai bisnis.

Ketua Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap peluang ini. "Minat masyarakat untuk terjun ke dunia wirausaha melalui sistem franchise masih sangat besar," ujar Levita Ginting Supit.

Beberapa sektor tertentu mendominasi daya tarik investasi dalam bisnis waralaba di Indonesia. Sektor makanan dan minuman (F&B), sektor jasa, serta sektor ritel tetap menjadi pilihan utama dan paling diminati oleh para investor.

Menariknya lagi, tren pelaku usaha waralaba saat ini mulai didominasi oleh segmen demografi yang lebih muda. Generasi milenial dan Gen Z semakin menunjukkan ketertarikan untuk menjadi pemilik bisnis.

Menurut Levita, fenomena ini didukung oleh semakin banyaknya lulusan perguruan tinggi yang memutuskan untuk berwirausaha. Banyak dari mereka yang sudah memiliki bekal pengalaman kerja sebelumnya kini berani mengambil langkah menjadi entrepreneur.

"Banyak lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki pengalaman kerja berani terjun menjadi entrepreneur," kata Levita Ginting Supit.

Data pertumbuhan tahunan 10-15% ini menjadi dasar mengapa franchise dipandang sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi. Dikutip dari sumber berita terkait, prospek waralaba Indonesia tetap optimis untuk ke depannya.